‘Apakah Tamu Pesta Amerika Winston Churchill Tidak Tahu Di Mana Pearl Harbor Berada?’

Inilah yang sebenarnya terjadi di Chequers, kawasan pedesaan Winston Churchill, setelah serangan mendadak Jepang di pangkalan angkatan laut Hawaii Amerika pada 7 Desember 1941.

T: Saya pernah mendengar bahwa Winston Churchill mengadakan pesta untuk orang Amerika terkemuka ketika berita tentang Pearl Harbor tersiar dan tidak ada orang Amerika yang tahu di mana Pearl Harbor berada. Ada kebenaran dari cerita itu?

—Harsha Muni, Santa Ana, California.

SEBUAH: Churchill memang menjamu orang Amerika terkemuka pada 7 Desember 1941, tetapi pesta yang dimaksud diadakan pada malam sebelumnya. Semua orang Amerika di sana pada tanggal tujuh tahu di mana Pearl Harbor berada, tetapi satu orang Inggris bingung.

Seperti yang dikutip oleh sejarawan Cita Stelzer dalam bukunya tahun 2013, Makan malam bersama Churchill, Perwakilan Roosevelt Averell Harriman dan putrinya Kathleen diundang ke Checkers, kediaman negara perdana menteri, untuk akhir pekan. Ulang tahun Kathleen yang ke-24, pada tanggal 7 Desember, dirayakan pada Sabtu malam, tanggal enam. Harriman, dalam memoarnya tahun 1975 Utusan khusus (ditulis dengan Elie Abel), mengingat kue ulang tahun serta Churchill yang menawarkan roti panggang dan memberi Kathleen salinan bukunya yang ditandatangani Perang Sungai.

Pada hari Minggu, suasana pesta telah menghilang, Harriman mengenang: “Perdana Menteri tampak lelah dan tertekan… tenggelam dalam pikirannya, dengan kepala di tangan sebagian dari waktu.” Clementine Churchill, istri perdana menteri, merasa tidak enak badan dan tidak hadir saat makan malam. Pengunjungnya adalah Churchill; ajudan angkatan lautnya Komandan Tommy Thompson; John Martin, salah satu sekretaris pribadinya; asisten militernya Jenderal Hastings Ismay; Pamela Churchill, lalu menantu perempuannya; dua Harriman; dan Duta Besar AS John Gilbert Winant.

Sekitar jam 9 malam, kepala pelayan Churchill, Frank Sawyers, membawa radio portabel, dan mereka mendengar berita tentang serangan Jepang ke Amerika. (Serangan itu dimulai sekitar pukul 07:50 di Hawaii, pada pukul 18:20 di London.) Terjadi kebingungan sesaat: Thompson, ajudan angkatan laut Inggris, mengira penyiar telah mengatakan “Sungai Mutiara.” Tapi segera menjadi jelas bahwa Jepang telah mengebom pangkalan angkatan laut AS di Hawaii.

Setelah tersadar dari kelesuannya, Churchill menelepon Washington. “Memang benar,” kata Presiden Franklin D. Roosevelt. “Kita semua berada di kapal yang sama sekarang.” ✯

—Richard M. Langworth (richardlangworth.com) adalah rekan senior untuk Hillsdale College Churchill Project (winstonchurchil.hillsdale.edu), yang menawarkan langganan untuk wacana ilmiah tentang kehidupan dan zaman Sir Winston.

KIRIM PERTANYAAN KE: Tanya perang dunia II, 901 N. Glebe Road, Lantai 5, Arlington, VA 22203 ATAU EMAIL: worldwar2@ historynet.com

Artikel ini diterbitkan dalam edisi Desember 2021 Perang dunia II.